Cerita Sex Gratifikasi Donat – Part 7

Cerita Sex Gratifikasi Donat – Part 7by adminon.Cerita Sex Gratifikasi Donat – Part 7Gratifikasi Donat – Part 7 BAB 4 BALASAN Tugas utama seorang Driver Bupati ialah mengantar Pimpinan dalam acara kedinasan maupun pribadi. Driver tidak memiliki waktu kerja tetap. Mereka bisa bekerja 24 jam bila Pimpinan menghendaki. David sudah lima tahun lebih menjadi Driver orang nomer satu di Kabupaten XXX. Segala kebiasaan Sang Pimpinan berikut istri dan […]

multixnxx-Alaina comes home from school to find her -3 multixnxx-Alaina comes home from school to find her -4 multixnxx-Alaina comes home from school to find her -5Gratifikasi Donat – Part 7

BAB 4 BALASAN

Tugas utama seorang Driver Bupati ialah mengantar Pimpinan dalam acara kedinasan maupun pribadi. Driver tidak memiliki waktu kerja tetap. Mereka bisa bekerja 24 jam bila Pimpinan menghendaki. David sudah lima tahun lebih menjadi Driver orang nomer satu di Kabupaten XXX. Segala kebiasaan Sang Pimpinan berikut istri dan keluarga besarnya telah dihapal di luar kepala. Inilah tanggung jawab seorang Pengemudi, untuk bukan hanya memahami pimpinan yang dia layani tapi juga semua orang terdekat.

Buat David, Malam ini seharusnya berjalan biasa saja. Dia sudah memanaskan mobil di halaman parkir sedari tadi.

Memang perhatiannya tidaklah memperhatikan lift tempat Bosnya akan turun. Ada sesuatu yang mengalihkan pandangan David. Sedari tadi dia asyik memperhatikan aktifitas di mobil sport mewah berwarna putih. Mobil milik orang kaya itu terparkir tepat di depan mobil yang dia kendarai. Sebenarnya David sudah lelah karena telah menunggu lebih dari tiga jam, akan tetapi kemunculan seorang pria perlente didamping wanita sexy masuk ke dalam mobil putih membuatnya penasaran.

Mobil Sport putih boleh saja memiliki kaca gelap disekelilingnya yang tak dapat dilihat oleh orang lain, tapi dari arah depan sedikit penampakan dapat terlihat. David begitu terangsang menyadari si wanita cantik sedang melakukan oral kepada si pria perlente. Memang Driver tua tak dapat menyaksikan adegan tersebut , tapi menghilangnya si cantik dari pandangan kaca mobil mempertegas aktifitas nakal mereka.

Asyik menyaksilan tontonan mesum dari mobil putih, membuat David tak menyadari munculnya segerembolan orang mendekati mobilnya. Dia baru sadar ketika gerombolan orang berseragam mendekati mobil putih.

Siapa mereka?? semuanya menganakan seragam seperti akan melakukan penangkapan. Apakah pria perlente dan cewe sexy akan ditangkap?. Batin David sambil mencondongkan tubuh agar dapat melihat lebih jelas. Jujur Dia memang berharap gerombolan orang menggrebek mobil putih. Seru sekali baginya bisa melihat pasangan mesum pontang panting akibat digrebek.

Sayang harapannya meleset, rombongan berseragam yang mengenakan rompi hanya melewati mobil putih kemudian menuju pintu lift.

Kalo bukan pria perlente pemilik mobil putih, lantas siapa yang mereka mau tangkap??.

Tiinnnggg , bunyi lift berbunyi.

Lamunan David buyar. Pak Bupati telah tampak dari balik lift. Dia segera keluar dari mobil bersiap menyambut Pimpinan yang dia layani. Terlihat dari matanya Pak Bupati beserta istri keluar dari lift beserta para pengawal.

Celaka mengapa para rombongan berseragam mencegat Bapak.

David sebelumnya hendak maju menghampiri sekedar membawakan barang atau pun tas Bupati. Melihat rombongan berseragam memalang pimpinannya membuat David menahan langkah.

Detasemen anti Korupsi, Pak Bupati, anda ditangkap dengan tuduhan penyuapan!!!, kata seorang wanita dalam rombongan.

Nafas David terhenti. Dia tak menyangka pimpinannya akan disergap. Begitu dihormati Beliau di daerah. Tak ada satu tokoh Politik atau organisasi yang berani melawan perintah Pak Bupati Tapi sekarang dia akan ditangkap.

Kenapa jadi begini??. David panik sendiri.

Sempat David melihat para pengawal Bupati berusaha melawan rombongan berseragam, namun perlawanan mereka takluk dengan mudah. Bahkan seorang pengawal yang terlihat berusaha menghajar anak muda berpenampilan wartawan dapat ditekuk oleh si wanita yang membacakan penangkapan Pak Bupati sebelumnya.

David melongo. Rasanya baru satu jam lalu dia masih bercanda dengan tiga pengawal pak Bupati. Mereka biasa menghabiskan waktu menunggu dengan bercanda seputar kehidupan di pelataran parkir. Karena mendengar acara sebentar lagi selesai ketiga pengawal naik ke atas menjemput Bupati. Sekarang mereka semua telah dibekuk dan digelandang ke mobil tahanan.

DAVID KESINI TOLONG AMBILKAN BAJU BAPAK!!!, Atasannya meski sudah dikerubungi oleh rombongan berseragam berusaha memanggil.

Rombongan berseragam semula tak memperhatikan dirinya, namun panggilan tersebut membuat semua mata menatap supir tua yang terlihat begitu ketakutan.

Tolong ijinkan supir saya!! saya perlu baju ganti saat di dalam tahanan, Pak Bupati berusaha melunakkan hati penangkapnya.

Seorang Pria setengah baya muncul diantara rombongan. Dia sepertinya adalah pimpinan mereka. Sejenak Pria itu berfikir kemudian mengangguk lalu menginstruksikan dua orang menghampiri David.

Supir tua begitu ketakutan dihampiri dua orang berbadan tegap. Mereka berjalan tanpa kompromi memerintahkannya membuka pintu mobil. Tubuh David terus gemetaran ketika menyiapkan tas Bupati dengan pengawasan penuh dari dua orang petugas. Ketika tas sudah ditangan, David melangkah gemetaran menuju Pak Bupati.

Kamu gak usah bawain tas!! biar Pak Bupati bawa sendiri!!, kata seorang pria dingin ketika ia mendekat.

Bbbaaaiikk Ppaaakk, David gemetaran.

Sini Vid!!, kata Pak Bupati.

David melangkah takut-takut, Tasssnnyaa Pakk, gemetar tangannya menyerahkan tas. Pak Bupati mengambil tas kemudian menggenggam tangan supirnya lalu berbisik sambil menunduk agar tidak didengar oleh para rombongan berseragam, Telpon Juki lakukan pembersihan segera!!, bisik Pak Bupati demikian lirih.

, David diam.

Firman punya nomernya!!!, Pak Bupati kembali berbisik sebelum para pria berseragam mengusir David.

David mengangguk-angguk bingung.

***

Dion berdiri di antara wartawan di press room gedung anti korupsi. Puluhan kamera telah siap mengabadikan momen konfensi pers yang akan segera berlangsung. Terlihat tiga pimpinan anti korupsi beserta juru bicara telah memasuki ruangan. Mereka duduk rapi dengan raut wajah tenang, datar, tanpa ekspresi.

Seorang wanita menghampiri para pimpinan anti korupsi kemudian menyerahkan sebuah tas. Dion sudah melihat tas itu dihotel xxx dia tau apa isinya. Aroma berita headline di gedung anti korupsi memang membuat wartawan seperti Dion selalu bersemangat. Meski tubuh sudah lelah, bersama kameramen, Dion harus terus maju.

SELAMAT MALAM, Juru bicara anti korupsi memulai konfrensi pers.

Dion menepuk bahu kameramen agar meneruskan pengambilan gambar sedangkan dia sendiri hendak merokok. Sebagai perokok berat mulutnya sudah kering karena sudah tiga jam lebih tak menyentuh rokok. Dia melangkah mundur menjauhi ratusan wartawan yang sedang berebut mencari angel terbaik pengambilan gambar.

Ctaaakk.ctaaaakkk, Dion menyalakan pemantik api, Cusss, rokok dibakar, Hmmm.huuuuuuuffff, akhirnya satu hisapan dapat mengobati kekeringan mulut. Dion tau tempat ini bebas rokok tapi siapa yang akan memperhatikan dia?? sedangkan semua orang sedang fokus ke arah jumpa pers. Para perokok sejati harus bisa mencuri kesempatan.

Hhuuuuu.., Dion hendak menghirup.

Teeeeppp, tiba tiba tangan seseorang mengambil rokok di tangannya kemudian merebut cepat, melempar ke lantai dan menginjak rokok hingga padam.

Dion terkejut sekaligus emosional. Kamm, lehernya berpaling cepat menuju pemilik tangan jahil.

, bagai di pause gerakan Dion mendadak berhenti melihat sosok disebelahnya.

Disini dilarang merokok Mas!! tuh tulisannya, Febi rupanya telah berdiri tepat disampingnya masih dengan raut muka menyebalkan seperti biasa.

EeeMmmmmmaaafffmaaaf.., Dion tak pernah gugup sebelumnya menghadapi orang, apalagi seorang wanita, tapi sekarang berbeda. Antara gugup, senang, sekaligus takut si wartawan muda menjadi salah tingkah. Belum pernah sebelumnya apabila marah dia bisa terhentikan, tapi sekarang kehadiran Febi menghentikan apa yang dia ingin mulai.

Ehhmmm, Dion tak bisa mengendalikan refleks alamiah tubuh yang menghendakinya merapikan rambut. Rupanya dia mulai ingin terlihat tampan di samping wanita yang sebelumnya sangat membuatnya meradang.

Bisa bacakan??, sambil mendekatkan wajahnya ke arah Dion, alis Febi terangkat. Wajah sang Polwan cantik tak tampak lelah. Dia telihat senang menggoda Dion yang salah tingkah.

Sssssiiiaaapp, Dion menundukkan wajah. Mendapati wajah Febi dekat dengan dirinya membuat debar jantungnya makin cepat.

TADI JAM 22 DI HOTEL XXX TELAH DILAKUKAN PENANGKAPAN TERHADAP, tak jauh dari kedua insan muda berbeda profesi, juru bicara Anti Korupsi mulai melakukan konfresnsi pers.

Anjrit cantik banget nih cewek. Rasanya udah ribuan cewe gue temui, tapi belum pernah ada yang secantik dia. Kicau Dion dalam hati.

Maafkan soal kameramu ya Mas, Febi tulus mengucapkan permohonan maaf.

.., Dion masih tertunduk menatap lantai. Dia malu.

Wooooiii, Febi menjewer kuping Dion.

Auuuuu, Si wartawan muda terkejut sekaligus tersipu. Seandainya saja orang lain yang menjewernya Dion pasti membalas dengan menghajar sekeras-kerasnya orang tak tau diri itu, tapi kini dia malahan tersipu. Jalannya konfresnsi pers sudah tak menarik perhatiannya. bahkan kehadiran ratusan orang di raung press room rasanya tak menarik. Dimatanya sekarang hanya ada Febi.

Ngantuk ya??, Febi tak melepas jewerannya dari kuping si wartawan.

Ennnggenggak kok.

Ngelamun aja kayak orang teler!!!, akhirnya Febi melepas kuping Dion, Aku minta maaf soal kameramu ya Mas, Febi mengulang permohohan barusan.

Sialan nih cewe. Dia jewer gue, dan bodohnya gue gak berdaya. Dion sadar donk. Tunjukin harga diri loe cooy. Gak bisa my man. Cewe inibuat gue tak berdaya. Dion berusaha menatap mata Febi. Iyaaa gak apa kokk Mbakk.

Mbak???, Febi tampak heran, Sejak kapan kamu jadi sopan begini??, dia tertawa kecil.

AAAaaaaaaaa, Dion ingin berkata banyak tapi lidahnya kelu.

AAAA Apaaaaa????, Febi menggoda Dion, Teler????, bahunya terangkat dengan kepala menggeleng-geleng mengisyratkan tak mengerti dengan perilaku Dion. Dah pulang sana!! kamu kayak orang teler!!, Febi menyentuh bahu Dion dengan kedua tangannya, Maafkan soal kamera ya!!, sang Polwan cantik mengedipkan mata sebagai tanda damai. Melihat wartawan di depan matanya terbisu membuat Febi berfikir permohonan maafnya telah diterima.

, Dion hanya bisa mengangguk angguk seperti orang bodoh.

Nah gitu kan enak!!, Febi melepas pegangannya di bahu Dion dan melangkah pergi, Aku turun dulu ya Mas!!, Febi menuju pintu lift.

Aaaaaaaaaaaaaaa, Dion mau berkata banyak tapi lidahnya tak bisa bergerak.

Tiiinngggggg, pintu lift terbuka.

Febi memasuki lift. Mmaaauu kemannaaa????, Dion hanya mampu mengucap dua kata.

, Jari Febi menunjuk ke bawah kemudian mendadahkan tangan sambil tersenyum.

Srrrreeeeettt, pintu lift tertutup.

Dion bodoh sekali kamu. Kenapa kamu gak bisa ngomong hal lain yang lebih berkesan untuknya??.

Lidah gue gak bisa ngomong. Gak bisa.

Kenapa gak bisa??? loe itu wartawan pemburu berita. wawancara orang, ngomong, itukan kerjaan loe.

Sekarang beda.

Apa yang beda??.

Cewe ini.

Kenapa emangnya??.

Dia.dia special.

******

KEBAKARAN.KEBAKARAN.KEBAKARAN..

Seorang Pria tambun duduk di mobil tak jauh dari lokasi gedung yang mulai dilalap api. Dirinya terlihat sedikit menyesali sebagian besar dari proyeknya habis dilalap si jago merah. tapi dia tak punya pilihan. Pak Bupati pernah berpesan kepadanya untuk siap berkorban apa saja demi meraih sebuah kejayaan.

Entah kejayaan seperti apa yang sedang dikejarnya sedangkan pria yang merupakan panutan sekaligus gurunya sekarang sudah ditangkap oleh tim anti korupsi. Begitu besar ikatan emosionalnya dengan Pak Bupati.

Selain masih memiliki hubungan kekeluargaan, pertolongan pria berkuasa tersebut kepadanya telah terjadi berulang kali hingga membuatnya merasa memiliki hutang budi teramat banyak.

Sekarang pria yang telah membuatnya berhutang budi telah direnggut hak kebebasan, Haruskah dia tinggal diam?? tidak.

Kapan lagi aku bisa membalas hutang budiku kepada Pak Tua bila tidak sekarang.Sabar Pak Tua! tak akan kubiarkan orang sepertimu diperlakukan semena-mena. Akan kubuat Detasemen paling ditakuti di negeri ini takluk. Percayalah Pak Tua sebentar lagi kau akan bebas.

Pria tambun menatap sekilas ke api yang telah membakar keseluruhan gedung.

Dari arah kejauhan sebuah mobil lain merapat di arah yang lebih jauh dari lokasinya. salah seorang suruhannya turun dari mobil itu kemudian berlari tergopoh-gopoh menggenggam keresek kecil.

Badannya boleh saja tambun dan tidak meyakinkan, tapi diantara semua orang kepercayaan Bupati dialah yang paling lihai. Kecerdasan, pergaulan yang luas, serta koneksi level atas telah membentuknya menjadi pribadi licin bak belut.

Bos Juki nomer perdananya! huuhhh hhuuuhhh, tadi udah diaktifin nomernya sama yang punya konter huuuhh huuhh. Untung jam segini masih ada yang buka Bos, pria suruhan menyerahkan bungkusan.

Bagus!! kasih tau anak-anak jangan melakukan panggilan dari nomer mereka!! beli nomer perdana kalo mau nelpon!!.

Kita disadap Bos??.

., Si Pria tambun mengangguk. Dia lalu memiringkan wajahnya agar si pria suruhan segera meninggalkannya.

Ckleeeekk, setelah pria itu pergi, segera dia bongkar ponselnya guna memasukkan kartu perdana. Setelah nomer itu aktif, dia menghubungi seseorang, Haloo???.

Ini Paman Besar!!, Pria tambun berbicara cepat.

Siapp Bos, si penerima telpon segera sadar siapa yang menghubungi.

Buat aksi balasan sekarang juga!!.

Iya Bos kita udah siap.

Jangan sampai tercium!!.

Kita Pro Bos. Jangan lupa bayarannyaa aja.

Ok Jam 6 temui Billy di deket apartemen dia bawa hadiah buat kalian.

Beres Bos, kita pasti berhasil.

.., Pria tambun memutus sambungan telpon.

***

Febi akan berangkat menuju misi penggledahan besok. Pak Ramlan mengajaknya mengumpulkan barang bukti. Pesawat berangkat sebelum tengah hari. Febi harus beristirahat singkat kemudian kembali bertugas esok hari guna melakukan operasi.

Dia mengendarai sepeda motor dalam bekerja setiap hari. Meskipun wanita, Febi tidak memilih mengendarai sepeda motor bebek ataupun matik yang mudah dikendarai. Febi lebih memilih motor kopiling laki berwarna putih. Motor putih yang gagah dan besar membuatnya selalu mengingat tempat asal dia bernaung. Meski sedang dialih tugaskan ke instansi lain, kecintaan febi pada Korpsnya sendiri selalu menyala-nyala.

Brrrruuuuuummmm, Dengan luwes dia lepas pedal kopling di tangan kiri dibarengi tarikan gas membuat motornya melaju kencang. Jalanan sudah sepi sekarang. Meski jalanan sudah lengang, Kantor anti korupsi masih hidup. Lebih hidup dari siang hari. Puluhan mobil besar dengan pemancar tinggi berbentuk parabola menjadi tanda tengah disiarkan siaran live. Sebuah siaran yang disaksikan oleh puluhan juta pasang mata.

Febi melewati semua kendaraan itu. Fokusnya sangatlah baik. Perpindahan gigi dari satu, dua, tiga, empat hingga lima dilakukannya dengan mulus.

Wuuuusssss, motor putih melesat cepat di jalanan lengang.

ckleeeekk..ckleeeekkk, sesuatu mengalihkan perhatian Febi dia menurunkan gigi guna melambatkan kecepatan.

Deeeeeepppp.Bbreeeeeeggg..Jdaaaaakkkkkk, Ban belakang motor Febi tiba-tiba pecah. dalam kecepetan terbilang tinggi motor yang mengalami pecah ban tiba-tiba sliding kehilangan kendali.

Febi terlempar dari motor kemudian terguling-guling terseret beberepa ratus meter di aspal. Motornya terus melaju tak terkendali.

Kepala Febi yang terbungkus helm terlihat menggesek aspal demikian jauh sebelum tubuhnya menabrak keras pembatas jalan.

Polwan cantik berusaha membuka matanya guna tetap terjaga, namun perlahan-lahan kesadarannya menghilang.

Bersambung

Author: 

Related Posts