Cerita Sex Gratifikasi Donat – Part 13

Cerita Sex Gratifikasi Donat – Part 13by adminon.Cerita Sex Gratifikasi Donat – Part 13Gratifikasi Donat – Part 13 Suasana rumah sakit begitu riuh. Beragam manusia tumpah ruah dengan berbagai persoalan. ada yang sakit, hampir mati hingga sudah mati. Setiap hari begitulah pemandangan rumah sakit. Bila saja ada yang bisa membedakan barangkali hanya kilatan lampu kamera wartawan dengan aksi heboh para kru media disekitarnya. Bagi Kepala Kejaksaan Negeri Utami […]

multixnxx- Hikaru Kirameki Hikaru Kirameki enjoys s-0 multixnxx- Hikaru Kirameki Hikaru Kirameki enjoys s-9 multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-3 (1)Gratifikasi Donat – Part 13

Suasana rumah sakit begitu riuh. Beragam manusia tumpah ruah dengan berbagai persoalan. ada yang sakit, hampir mati hingga sudah mati. Setiap hari begitulah pemandangan rumah sakit. Bila saja ada yang bisa membedakan barangkali hanya kilatan lampu kamera wartawan dengan aksi heboh para kru media disekitarnya.

Bagi Kepala Kejaksaan Negeri Utami rumah sakit selalu mendatangkan trauma. Pernah Utami mengunjungi sebuah rumah sakit tapi dilayani dengan begitu buruk oleh para perawat. Kala itu, bukan hanya tak mendapatkan kamar rawat, namun Jaksa Utami harus disembur oleh ucapan judes perawat yang mukanya hambar. Padahal perawat seharusnya melayani pasien tapi yang terjadi??? Ah sudahlah bila mengingat kejadian itu Jaksa Utami selalu geram.

Pagi ini Jaksa Utami ditelpon oleh Kepala Kejaksaan Tinggi agar mendatangi Rumah sakit. Kejadian genting katanya, anggota Detasemen Anti Korupsi tewas.

Lantas kalo mereka tewas kenapa??. Kenapa harus aku yang pusing?. Kalo ada kasus bukannya mereka makan sendiri? tidak mau dengar masukan dari Polisi juga Jaksa?. Ego Jaksa cantik Utami mulai terkena.

Ibu Kajari mohon ijin saya Rustam anggota Intel Kejari, seorang laki-laki berpakaian rapi mendatanginya.

Ya Rustam?, Jaksa Utami berusaha mengingat-ngingat figur laki-laki dihadapannya. Ketika tadi dia menyebut kata intel, Jaksa Utami sadar kenapa hampir tak pernah melihanya di kantor.

ijin Bu melaporkan, Rustam cukup lihai sebagai intel, tempat yang dia pilih memang cukup sepi jauh dari para kuli berita maupun pasien hingga tidak mencurigakan Detasemen Anti Korupsi meminta back up dari Kejaksaan Negeri

APA Minta back up?? SEJAK KAPAN??, cukup kencang suara Bu Utami hingga menarik perhatian orang.

Mmmaaf Bu, tapi begitulah yang mereka minta, Rustam berusaha bersikap tenang Tampaknya mereka kesulitan meminta bantuan Polisi Bu jadi

Jadi ke kita gitu???, tatapan tajam lagi dari Ibu Kajari.

Mungkin banyak orang yang memperhatikan bukan karena suara keras dari Ibu Tami tapi karena kecantikannya, Rustam membatin ditengah tapan tajam setajam silet itu.

Mm ijin melaporkan juga Bu, berusaha Rustam meredakan ketegangan Nanti saat Ibu masuk ke ruang jenazah, para Pimpinan anti Korupsi pasti akan melobi Ibu,

Rustam harus mengakui pimpinannya memang betul betul cantik.

Melobi untung di mereka bonyok di kita , jawab Jaksa Utami ketus.

Sial bahkan bibirnya begitu sexy. Rustam semaikin sulit berkonsentrasi menghadapi kecantikan pimpinannya. Pandangan mata Rustam sedari tadi terus mencuri-curi pandang menatap bongkahan payudara yang terbungkus ketatnya baju harian Jaksa.

Berapa orang sih yang tewas??, Jaksa Utami bertanya penasaran Rustam??? jangan ngelamun kamu!

Rustam terkejut menelan ludah. Konsentrasinya memang benar-benar sudah buyar. Mmmm Maaf maaf Bu. katanya tiga orang Bu, jawaban sekenanya.

Bukan katanya donk PASTINYA BAGAIMANA!, Jaksa Utami terlihat amat kesal Coba kamu cari tau SEKARANG!,

Bisa darah tinggi aku menghadapi kelakuan staf jaman sekarang, batin Jaksa Tami .

Berlari terbirit-birit Rustam meninggalkannya sekarang.

Orang jaman sekarang kok sukanya bicara katanya. Gumam Bu Tami kesal. Tidak biasanya Kepala kejaksaan negeri nan cantik jelita ini begitu emosional. Mungkin saja dia begitu emosional karena kasus ini memotong waktu bulan madunya.

Jaksa Utami memang baru saja menikah dengan laki-laki idamannya. seorang brondong berusia jauh lebih muda darinya. Rudi nama si pria beruntung. Tentu yang terjadi bukanlah sebuah kisah cinta roman picisan ala tante-tante girang tapi lebih merupakan sebuah kisah cinta sejati.

Bagaimana tidak disebut cinta sejati bila hubungan mereka pernah dihantam ujian berat. Suaminya sekarang sempat melakukan aksi bunuh diri sebagai penebusan dosa. Untunglah aksi putus asa tersebut tidak terjadi. Kalo terjadi?? pastilah Jaksa Tami tak akan merasakan cinta apalagi nikmatnya ranjang pengantin.

Akhirnya betul kata orang, Jaksa Tami menyesal kenapa tidak dari dulu memutuskan menikah kembali. Bayangan pergumulan mereka berdua diranjang penganting terbayang jelas dibenaknya. Pergulatan mereka begitu intens tanpa mengenal waktu, bisa pagi, siang, malam hingga tengah malam.

Rasanya tak ada waktu terlewat dalam bulan madu tanpa dihabiskan dalam sebuah pergumulan dahsyat. Aksi berbalas cium, dilanjut tindih menindih hingga saling merajut syahwat dalam paduan kedua alat kelamin menyajikan simfoni seksualitas merdu.

Huuuffff, Jaksa sexy menghembuskan nafasnya berusaha mengusir pikiran kotor.

Dibukanya tas yang dibawa kemudian dia mengambil ponsel. apalagi hal paling efektif menghabiskan waktu bila tidak dengan berselancar di dunia maya. Cepat diperiksanya rangkaian pesan masuk. Tidak ada yang menarik. Beralih dia ke fasilitas pesan BBM, Line maupun Whatsup. Ada BBM baru dari keponakannya tampaknya menarik.

PING
TANTE APA KABAR
Isi BBM dari keponakannya.

BAIK GIMANA KABARMU? TUGAS DIMANA SEKARANG??
Balas Jaksa Tami.

MASIH SEBAGAI POLWAN DI POLRES AJA TANTE
O YA BESOK AKU MAU MAIN KE TEMPAT TANTE LHO. SIAPIN MAKANAN ENAK YA HE HE
MAU YA MAU YA HARUS MAU DONK HE HE HE
Rangkaian BBM baru datang bertubi-tubi.

NGAPAIN KAMU KESINI GARA-GARA KASUS DI TEVE YA??
Jaksa Tami membalas cepat sekali.

GAK ADA KAITANNYA DEH TANTE
HANYA MAU NENGOK TANTE DOANK
ITUNG-ITUNG NENGOK PENGANTIN BARU HI HI HI
SEBEL DEH GAK DIUNDANG
Datang lagi balasan

ANAK KECIL GAK USAH DIUNDANG!
BELUM CUKUP UMUR
BTW UDAHAN DULU YA! TANTE ADA KERJAAN
SEE YOU TOMORROW! CALL TANTE KALO UDAH NYAMPE BANDARA!

Bu, terengah-engah Rustam kembali.

GIMANA?, Jaksa Utami mematikan ponselnya masih tampak geram dengan kinerja bawahannya.

Dua Bu hoshh hossh ! satu orang supir! satu pimpinan rombongan bernama Ramlan. Mereka ditembak oleh pembegal yang masih buron

Bu Tami menatap Rustam tanpa berkomentar.

2

Firman tekun mengintip dari lubang jendela. Sudah lebih dari lima menit ajudan muda bupati ini berusaha menjelajahi isi kamar yang masih belum berpenghuni.

Kamar khusus berhubungan sex. Demikian penilaian singkat Firman.

Melongok ke kiri dan kanan sudut kamar Firman akhirnya mampu mengambil kesimpulan seperti tadi. Kamar yang diintip memiliki sebuah ranjang besar lengkap dengan aroma terapi yang begitu harum. Lubang kecil buatan Firman membuat harumnya aroma tercium jelas.

Indera penciuman Firman mencium aroma yang sebelumnya belum pernah ia hirup. Harumnya ringan, alamiah, pasti berasal dari tumbuhan tradisonal, serta mampu merangsang gairah seksual kapan saja.

Selain aroma eksotis, ranjang Juki juga dilengkapi kaca besar diseluruh penjuru. Firman sampai harus merebahkan dirinya guna melihat atap-atap kamar yang ternyata juga dihiasi cermin.

Alunan musik klasik diputar dari sebuah perangkat elektronik modern di sudut kamar. Harusnya musik yang didengarnya dapat terdengar jelas. Namun Firman merasakannya hanya samar-samar saja.

Kamar kedap suara!. Batinnya. Pantas saja meski sudah dilubangi masih banyak jaring-jaring transparan disekeliling jendela. Rupanya Juki membangun kamar ini agar bisa bermain cinta seliar-liarnya penuh raungan dan desahan-desahan tanpa batas.

Sniifffsssnniiifff, Firman menajamkan indera penciuman. Sebuah aroma sensual lain hadir dalam ruangan. Berusaha keras dicarinya sumber bau nan harum semerbak. Tatapan Firman terpaku pada pintu masuk kamar. Disana Mbok Yem masuk bersama gadis cantik yang telah membuat Firman penasaran. Pemandangan eksotis beserta aroma sensual di hidungnya menjadikan Firman semakin merasakan gairah.

Mata Firman berkali-kali menutup membuka seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bila dia adalah seorang wanita mengapa bisa begitu cantik mengalahkan bidadari??.

Gadis cantik berdiri besama Mbok Yem tepat di depan pintu masuk. Wajahnya polos. Tak terlihat kecerdasan serta kekritisan seorang wanita anggota Detasemen Anti Teror yang pernah dilihat Firman di kantor. Apa yang terjadi dengannya??. Apakah dia juga terkena mantra pemikat raga milik Juki yang telah terkenal keseluruh penjuru Kabupaten??.

Mbok Yem mendandaninya begitu sensual. Si gadis hanya didandani dengan mengenakan tiga helai selendang berwana putih. Dua selendang membalut tubuh bagian atasnya. Sedangkan satu lagi melintang di celah kakinya membentuk sebuah rok mini sexy yang tak mampu menutupi celana dalam mini putih yang dikenakan.

Kedua selendang di tubuh bagian atas dibentuk Mbok Yem dengan begitu rapi. Kedua selendang diikat dibelakang leher jenjang si gadis cantik. Bagian kiri kanan selendang kemudian diturunkan menutupi payudara secara transparan lalu dipertemukan dengan selendang terakhir yang menyangga tubuh bagian bawah. Hanya simpul-simpul sederhana yang menghubungkan anatar selendang itu. Cukup dengan sebuah tarikan sederhana dan mereka akan terlepas.

Si cantik tidak mengenakan BH. Firman bisa melihatnya ketika punggungnya menghadap ke arah jendela. Tata selendang Mbok Yem yang mengingkatkan selendang di tengkuk membuat bagian punggung si cantik menjadi terekspose bebas memamerkan keindahan punggungnya yang ramping. Firman berkali-kali harus menelan paksa ludahnya gara-gara melihat pemandangan ini.

Mbok Yem tampak menyerahkan sebuah ikatan rambut. Si wanita dukun tua inilah pasti yang meng-gendam si gadis anti korupsi. Firman menyimpulkan melihat gerak-gerik Mbok Yem yang memang selalu mencurigakan. Sedari tadi, Firman melihat, Si wanita cantik cerdas itu hanya menurut saja terhadap segala perintah Mbok Yem.

Sekarang pun tak berbeda. Gadis cantik mengangkat kedua tangannya tinggi, tepat ke arah Firman, sambil mengikat rambutnya membentuk ekor kuda.

Tangan gadis cantik yang terangkat tinggi membuat Firman bisa melihat dengan jelas kebersihan ketiaknya yang mulus tanpa sehelai bulu. Mbok Yem mengamati baik-baik hasil karyanya lalu mengangguk-ngangguk aneh. Dikuncir kuda memamerkan tengkuk jenjangnya membuat si Cantik menjadi semakin sensual.

Mbok Yem tampak membisikkan sesuatu kepada si wanita cantik lalu memintanya duduk di ranjang. Ditawarkannya sebuah piring kecil berisi donat bertabur gula. Begitu baik disuruhnya gadis itu makan.

Sangat sabar Mbok Yem menemani gadis cantik dari detasemen anti korupsi menghabiskan donatnya kemudian diambilkannya segelas air. Sebelum diminum oleh si gadis Mbok yem terlebih dahulu mencelupkan tangannya ke dalam gelas. Air yang menempel di jarinya kemudian dibasuhkan ke kedua kening si cantik. Mbok Yem tersenyum lagi sebelum akhirnya meninggalkan si cantik sendirian di dalam kamar.

Firman terus manatap ke arah si cantik. begitu cantik wajahnya dengan sepasang pipi merah merona. Hidung mancungnya berpadu pas dengan bibir tipis nan indah. Berbalut selendang transparan berwarna putih sensualitas wanita ini begitu indah.

Gimana Mbok ngebaca dia??, sayup-sayup terdengar suara Juki sedang bicara dari luar kamar.

Firman meninggalkan lubang intipannya.Sedikit berjinjit dia merapat ke tembok perlahan-lahan menyisir menuju sumber suara.

Kayak mrica pecah tuan, Mbok Yem menjawab penuh hormat. Firman mulai mencium aroma harum lain yang tampaknya berasal dari parfum Juki. Cukup wangi bandot tua ini ternyata.

Jelasin sejelasnya Mbok!

Secara fisik kulitnya putih Tuan, ramping, padat dan payudaranya montok. Yang bikin si Non cocok sama Tuan itu kepribadainnya. Wanita mrica sifatnya supel gampang bergaul tapi bisa nyimpan rahasia rapet-rapet. Cocok kalo Tuan yang pejabat mau jadiin dia jadi istri. Udah jago permainan ranjangnya jago pula membawa diri,

Ha Ha Ha Mbok Mbok siapa yang mau jadiin dia istri.., Juki menepis dengan nada menyebalkan.

Tapi Tuan wanita ini anak baik-baik beda sama wanita lain yang biasa Tuan bawa ke rumah,

Hush! gak usah ngomong terus Mbok! udah ke dapur sana banyak piring kotor!

Baik Tuan, Mbok Yem berujar pelan saya permisi

Firman mendengar langkah kaki Mbok Yem menuju tangga. Juki tinggal sendirian sekarang. Si Bandot hidung belang ini pasti tak akan sabar dengan sajian daging segar yang telah dipersiapkan di dalam kamar, Firman harus segera kembali ke lubang intip bila tidak ingin ketinggalan pemandangan indah penuh birahi yang akan segera tersaji langsung.

Author: 

Related Posts